TRANSFORMASI LAHAN SEKOLAH DI SMA ASSAFINA BANDAR LAMPUNG MENJADI TAMAN EDUKASI
Keywords:
Gerakan Hijau, Taman Edukasi, Lahan SekolahAbstract
Artikel ini mengkaji implementasi program Gerakan Hijau yang dilakukan mahasiswa KKN FKIP Universitas Lampung di SMA Assafina Bandar Lampung sebagai upaya menjawab persoalan pemanfaatan lahan sekolah dan penguatan pendidikan lingkungan. Masalah yang dikaji meliputi lahan kosong sekolah yang belum dimanfaatkan secara produktif sebagai media pembelajaran, kesadaran siswa tentang manfaat lingkungan hijau dan perannya dalam meningkatkan motivasi belajar yang masih terbatas, kurangnya sarana pembelajaran luar kelas yang terintegrasi, serta tantangan dalam menyelaraskan aktivitas lingkungan dengan kurikulum sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, studi literatur, dan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perubahan kondisi lingkungan sekolah yang lebih asri, tertata, dan kondusif bagi aktivitas belajar; sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan siswa, mengembangkan kreativitas, kerja sama, keterampilan hidup, serta motivasi belajar melalui pengalaman belajar di luar kelas. Sebagai solusi, program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya penghijauan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendukung pendidikan karakter dan kelestarian lingkungan, dengan langkah lanjutan yang diusulkan untuk mengintegrasikan taman edukasi ke dalam kurikulum melalui pelatihan bagi guru.
Kata Kunci : Gerakan Hijau,Taman Edukasi, Lahan Sekolah.
