DIGITAL LITERACY EDUCATION AND MENTORING FOR THE PREVENTION OF THE BRAIN ROT PHENOMENON THROUGH A FAMILY-BASED APPROACH IN BAWANG SAKTI BANJAR BARU VILLAGE, TULANG BAWANG
Keywords:
Brain Rot, Literasi Digital, Manajemen Layar, Pengabdian Masyarakat, , Tulang BawangAbstract
Fenomena brain rot atau penurunan fungsi kognitif dan kapasitas atensi akibat konsumsi berlebihan media digital berdurasi pendek (short-form content) menjadi ancaman serius bagi anak-anak di kawasan perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital berbasis keluarga serta keterampilan pendampingan orang tua sebagai upaya preventif terhadap fenomena brain rot pada anak-anak di Desa Bawang Sakti, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang. Mitra kegiatan ini adalah 30 pasangan orang tua dan anak (60 peserta). Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan psikoedukasi, workshop manajemen durasi layar (screen time management), pelatihan pembuatan kesepakatan keluarga (family media agreement), serta simulasi permainan edukatif non-digital. Evaluasi kegiatan mengadopsi desain one-group pretest-posttest dengan analisis paired sample t-test dan normalized gain (N-Gain). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman dan keterampilan peserta dari 48,60 (pretest) menjadi 84,20 (posttest). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai t = -24,851 (p = 0,000 < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah kegiatan. Perhitungan N-Gain sebesar 0,69 (69%) mengategorikan efektivitas kegiatan pada tingkat "Cukup Efektif". Kegiatan ini terbukti mampu menguatkan peran orang tua dalam membatasi pajanan paparan digital ekstrem dan membangun lingkungan keluarga yang sehat kognitif di Desa Bawang Sakti.
Kata Kunci : Brain Rot, Literasi Digital, Manajemen Layar, Pengabdian Masyarakat, Tulang Bawang.
