PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI DESA RAMA INDRA DENGAN SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR)

Authors

  • Annisa Fatmawati Universitas Lampung Author
  • Dwi Putri Arlitha Universitas Lampung Author
  • Galuh Rara Pamungkas Universitas Lampung Author
  • Devi Ushliyana Fauzi Universitas Lampung Author
  • Rapi Gustiansyah Universitas Lampung Author
  • Muhammad Bagus Santoso Universitas Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.23960/JPSI/v5i1.31-37

Keywords:

PGPR, Pertanian, Pupuk

Abstract

Petani di Indonesia masih banyak menggunakan sistem pertanian anorganik. Penggunaan pupuk kimia atau buatan berdampak negatif terhadap keberlangsungan sistem pertanian. Penggunaan pupuk kimia sintetis dapat mengurangi porositas tanah, pemanfaatan oksigen dan keberadaan bakteri di dalam tanah. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan perubahan sistem pertanian anorganik menjadi sistem pertanian organik. Sistem pertanian organik menggunakan pupuk hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah. Bakteri rhizosfer merupakan salah satu jenis pupuk tanah yang dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan dan kualitas tanah. Rhizobakteri menghasilkan promotor pertumbuhan yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sering disebut pertumbuhan tanaman rhizobakteri/Plant Growth Promoting Rhizhobacteria (PGPR). Inovasi Plant Growth Promoting Rhizhobacteria (PGPR) bertujuan untuk memudahkan petani untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit dengan memerlukan biaya yang relatif murah, sehingga tidak memberatkan petani untuk membuat cairan PGPR. Hasil kegiatan ini para warga memahami Plant Growth Promoting Rhizhobacteria (PGPR) yang akan diterapkan oleh para warga sebagai sebuah inovasi baru sehingga dapat memudahkan para petani dalam melakukan kegiatan pertanian serta mengurangi pengeluaran biaya.

Published

2025-05-28

How to Cite

PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI DESA RAMA INDRA DENGAN SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR). (2025). Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia, 5(1), 31-37. https://doi.org/10.23960/JPSI/v5i1.31-37