Geography Teacher Preparation in Designing Learning Based on the Independent Curriculum at SMAN 1 Seputih Surabaya

Authors

  • Ava Nafisa Department of Geography Education, Lampung University, Lampung, Indonesia Author
  • Dian Utami Department of Geography Education, Lampung University, Lampung, Indonesia Author
  • Nyokro Mukti Wijaya Department of Geography Education, Lampung University, Lampung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.23960/jlg.v6.i2.0003

Keywords:

Teacher preparation, geography learning, merdeka curriculum, teacher challenges

Abstract

This study aims to analyze the readiness of geography teachers in designing learning based on the Independent Curriculum and to identify the challenges they face at SMAN 1 Seputih Surabaya. Using a qualitative descriptive approach, data were obtained through interviews, observations, and documentation to provide a comprehensive picture of teacher preparation and classroom implementation. The findings indicate that teachers have made several efforts to align with the Independent Curriculum, including studying its principles, developing flexible teaching modules, preparing lesson plans that emphasize student-centered learning, and integrating local context into geography materials. Teachers also utilize various learning media such as maps, digital platforms, and visual aids to make lessons more interactive and meaningful. However, several challenges persist, such as limited understanding of the technical aspects of the curriculum, time constraints in preparing innovative materials, inadequate facilities, and the varying levels of student readiness and motivation. Resistance to change among some educators also hinders smooth implementation. Overall, geography teachers at SMAN 1 Seputih Surabaya show good preparation, but successful implementation requires continuous professional development, better infrastructure, and ongoing mentoring to ensure that curriculum objectives are effectively achieved.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hajar Dewantara dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101.

Andriani, W., Subandowo, M., Karyono, H., & Gunawan, W. (2021). Learning loss dalam pembelajaran daring di masa pandemi Corona. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang, 2, 485–501.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Astuti, S., Rahmawati, D., & Lestari, P. (2023). The role of teaching modules in implementing student-centered learning in the Independent Curriculum. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(2), 145–156.

Bintarto. (1997). Geografi sosial. Jakarta: Ghalia.

Dalyono. (2005). Psikologi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas RI.

Depdiknas. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas RI.

Dewi, F. R., Utami, I. W. P., & Nugraha, A. (2020). Digital literacy integration in problem-based learning to enhance critical thinking skills. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(3), 245–258.

Febrina, D. I. (2018). Studi tentang pelaksanaan pembelajaran geografi berdasarkan standar proses di SMA Negeri 7 Padang. Jurnal Buana, 2(1), 338–338.

Fitriani, A., Yuliani, R., & Santoso, D. (2023). Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan keterampilan berpikir spasial siswa. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Sains, 31(1), 55–68.

Habib, E., Hasanah, M., & Mauizatul, H. (2023). Analisis kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Cosmos: Journal of Education, Economics, and Technology, 1(1), 31–44.

Handayani, L., Putra, D. A., & Wibowo, S. (2022). Formative assessment practices to enhance student motivation and adaptive learning in secondary education. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 29(2), 155–167.

Handayani, S., & Nurhadi. (2021). Kontekstualisasi pembelajaran geografi dalam implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Geografi, 26(2), 145–158.

Hapsari, R. (2021). Implementasi capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 215–227.

Hidayat, R., Santosa, A., & Yuliani, D. (2022). Adaptive learning strategies in geography education: Contextualizing the Independent Curriculum. Jurnal Pendidikan Geografi Indonesia, 7(2), 101–113.

Hidayat, T., & Ningsih, R. (2022). Integrasi profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran berbasis proyek di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 189–202.

Kerlinger, F. N. (2006). Asas-asas penelitian behavioral. Yogyakarta: UGM Press.

Khonsa, N., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2023). Kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka (Studi kasus SMP Negeri 137 Jakarta). Journal on Education, 6(1), 6908–6921.

Masbukhin, F. A. A. (2023). Analyzing the implementation of Kurikulum Merdeka: Perspektif guru kimia di SMK Gunung Kidul. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(12), 11250–11260.

Miarso, Y. (2008). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UIP.

Mulyasa. (2007). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2009). Menjadi guru profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Musarrafa, M., Ahmad, A. N. F., Kadar, N. R., Nurfaida, N., & Djaya, R. A. P. (2017). Tingkat kesiapan guru SMA Negeri di Kota Makassar dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 ditinjau dari kompetensi pedagogik. Jurnal Nalar Pendidikan, 5(2).

Mustofa. (2007). Upaya pengembangan profesionalisme guru di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 4(1), 76–88.

Nasution. (2006). Berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugroho, R., & Suryaningsih, E. (2022). Flexibility in curriculum implementation: Independent curriculum in Indonesian secondary schools. International Journal of Educational Development, 93, 102654.

Nugroho, Y., & Santosa, D. (2022). Teacher readiness in integrating project-based learning and authentic assessment in the Independent Curriculum. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(3), 233–247.

Oemar, H. (1992). Administrasi dan supervisi pengembangan kurikulum. Bandung: CV Mandar Maju.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Guru.

Pratama, A., & Mulyadi, R. (2022). Pemanfaatan teknologi dalam perancangan pembelajaran abad 21: Studi kasus implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 33–47.

Pratama, R., & Ismail, F. (2021). Student-centered learning in the implementation of the Independent Curriculum in secondary schools. Jurnal Inovasi Pendidikan Indonesia, 5(4), 250–261.

Putra, A. D., & Sari, N. M. (2022). Strengthening teacher capacity through professional development programs in the implementation of Independent Curriculum. Jurnal Inovasi Pendidikan, 13(1), 77–90.

Rahmawati, N., & Anshori, M. (2021). Authentic assessment in the Independent Curriculum: Strengthening summative evaluation through real-life tasks. Journal of Educational Research and Innovation, 6(3), 201–213.

Rahmawati, N., Hidayat, A., & Sulastri, T. (2022). Teacher challenges in implementing independent curriculum: Administrative burden and institutional support. Journal of Educational Development, 10(2), 115–128.

Sari, D. P., & Sutopo, A. (2020). The role of self and peer assessment in developing metacognitive awareness among high school students. Indonesian Journal of Educational Assessment, 4(1), 45–57.

Sari, M., & Putra, Y. (2021). Teacher competence in designing project-based learning under the Independent Curriculum. Indonesian Journal of Curriculum and Instructional Studies, 9(4), 211–225.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2012). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sumaatmadja, N. (1988). Studi geografi: Suatu pendekatan dan analisis keruangan. Bandung: Alumni.

Supardi. (2001). Dasar-dasar ilmu sosial. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Suryaman. (2020). Orientasi pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 13–28.

Ulinniam, H., Barlian, U. C., & Iriantara, Y. (2021). Penerapan kurikulum revisi 2013 di masa pandemi pada SMK IBS Tathmainul Qullub Indramayu. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(1), 118–126.

Utami, D., & Angelita, I. (2025). The Rising Trend of Becoming a Geography Teacher as a Catalyst for Sustainable Development Goals Implementation in Schools. Journal of Environment and Geography Education (JEGEO).

Uno, H. B. (2009). Teori motivasi dan pengukurannya (Analisis di bidang pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara.

Widodo, S., Pargito, Dian Utami, & Rahma Kurnia Sri Utami. (2022). Penyusunan LKPD untuk Peningkatan Profesionalitas Guru. Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia, 2(2).

Wijaya, N. M., Herlina, M., Mayonita, E., & Fadilah, S. (2025). Pengaruh LKPD Berbasis Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa SMA dalam Pembelajaran Geografi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 29336-29344.

Wina, S. (2008). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Zulkarnain, & Utami, D. (2021). Evaluasi Program Mata Kuliah Microteaching Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Lampung. Edukasi IPS, 5(2), 1–8.

Downloads

Published

2025-02-25

How to Cite

Geography Teacher Preparation in Designing Learning Based on the Independent Curriculum at SMAN 1 Seputih Surabaya. (2025). Journal Learning Geography, 6(2), 81-90. https://doi.org/10.23960/jlg.v6.i2.0003

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.