Landslide Hazard Mapping Using the Spatial Analytic Hierarchy Process (AHP) in Mantewe District, South Kalimantan, Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.23960/jpg.v14.i2.335

Keywords:

Landslides, hazard, SMCA AHP, Geographic Information System (GIS)

Abstract

This study aims to map landslide hazard levels and identify the relative influence of physical environmental factors in Mantewe District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, Indonesia. Located near the Meratus Mountains, the district is characterized by varied terrain, steep slopes, weathered geological formations, and substantial rainfall, making spatial hazard assessment important for disaster mitigation and land-use planning. A quantitative spatial approach was employed by integrating the Analytic Hierarchy Process (AHP), Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA), and Geographic Information Systems (GIS). Five experts representing geology, disaster management, spatial planning, academia, and field practice provided judgments for pairwise comparisons of five parameters: rainfall, slope gradient, land cover, geological conditions, and soil type. The resulting AHP weights were applied to standardized thematic layers using a GIS-based weighted overlay to produce a landslide hazard map. Rainfall received the highest weight (0.370), followed by slope gradient (0.243), land cover (0.155), geology (0.125), and soil type (0.107). The reported consistency ratio was 0.01, indicating acceptable consistency in the pairwise judgments. The resulting spatial classification identified three hazard levels: low, moderate, and high. Moderate hazard areas occupied the largest proportion of the district, while high hazard zones were concentrated in the northern and central areas, particularly around Gunung Raya and Emil Baru Villages. Low hazard areas were identified in parts of the southern district, including Mulya Jaya and Suka Damai, where terrain is relatively gentle. These results show that rainfall and slope gradient are the dominant components of the spatial hazard model, with land cover, geology, and soil type providing additional differentiation. The resulting map can inform district-level spatial planning, targeted hazard mitigation, and disaster preparedness, although its classes represent model-based hazard estimates rather than direct predictions of landslide occurrence.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Luthfi Afify, Universitas Lambung Mangkurat

    Luthfi Afify merupakan lulusan Program Studi S1 Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, dengan konsentrasi Sains Informasi Geospasial. Memiliki minat pada bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), pemetaan, analisis spasial, serta kajian kebencanaan. Memiliki pengalaman dalam pengolahan dan analisis data spasial serta pemetaan menggunakan perangkat lunak SIG. Penulis juga memiliki sertifikasi kompetensi sebagai Operator Utama Sistem Informasi Geografis (SIG) dari BNSP.

References

Aminudin, A., Wijaya, A. P., & Hadi, F. (2023). Analisis zona rawan tanah longsor menggunakan metode fuzzy analytical hierarchy process (FAHP) (studi kasus: Kabupaten Boyolali). Jurnal Geodesi Undip, 12(3), 231–240. https://doi.org/10.14710/jgundip.2023.37331

Aulia, F., Sasmito, B., & Qoyimah, S. (2024). Pemetaan ancaman bencana tanah longsor berbasis sistem informasi geografis (studi kasus: Kecamatan Bener, Kecamatan Loano dan Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo). Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika, 7(1), 34–42. https://doi.org/10.14710/elipsoida.2024.21626

Dicelebica, T. F., Akbar, A. A., & Jati, D. R. (2022). Identifikasi dan pencegahan daerah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(1), 115–126. https://doi.org/10.14710/jil.20.1.115-126

Dinata, A., & Azizah, B. (2021). Pelatihan penggunaan aplikasi ILWIS 3.3 untuk pemetaan bahaya tanah longsor di Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam. Abdimas Universal, 3(1), 73–77. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v3i1.113

Efriyanti, A., Farduwin, A., & Styawan, Y. (2025). Analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (SIG) untuk pemetaan bahaya dan risiko tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara. Journal Online of Physics, 11(1), 79–88. https://doi.org/10.22437/jop.v11i1.49284

Fachri, H. T., Malik, Y., & Murtianto, H. (2022). Pemetaan tingkat bahaya bencana tsunami menggunakan sistem informasi geografis di pesisir Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 10(2), 166–178. https://doi.org/10.23887/jjpg.v10i2.43541

Faizana, F., Nugraha, A. L., & Yuwono, B. D. (2015). Pemetaan risiko bencana tanah longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 223–234. https://doi.org/10.14710/jgundip.2015.7669

Fitriyah, Z. (2024). Analisis kerawanan longsor di Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/125618/

Hidayat, I., Apriani, A., Nainggolan, A. I., Hasim, Z. A. F., & Tuska, R. T. (2025). Analytical hierarchy process untuk analisis kerentanan tanah longsor di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) ke-20, 327–335. https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/6373

Indahsari, F. M., Muslim, D., Sukiyah, E., & Iqbal, P. (2022). Analitikal hierarki proses untuk pemetaan kerentanan tanah longsor di Kecamatan Sekincau Lampung Barat. Padjadjaran Geoscience Journal, 6(1), 624–631. https://jurnal.unpad.ac.id/geoscience/article/view/41397

Isneni, A. N., Putranto, T. T., & Trisnawati, D. (2020). Analisis sebaran daerah rawan longsor menggunakan remote sensing dan analytical hierarchy process (AHP) di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Geosains dan Teknologi, 3(3), 149–160. https://doi.org/10.14710/jgt.3.3.2020.149-160

Kinanti, A., Awaluddin, M., & Yusuf, M. A. (2022). Analisis pemetaan risiko bencana tanah longsor berbasis sistem informasi geografis (studi kasus: Kecamatan Candisari, Kota Semarang). Jurnal Geodesi Undip, 11(3), 121–130. https://doi.org/10.14710/jgundip.2022.36958

Kuncoro, E., Rismayanti, E. I., & Rahman, I. (2021). Pemodelan spasial bahaya dan kerentanan bencana tanah longsor dengan metode AHP berbasis SIG. Jurnal Himasapta, 6(3), 149–158. https://doi.org/10.20527/jhs.v6i3.4679

Meshram, S. G., Alvandi, E., Singh, V. P., & Meshram, C. (2019). Comparison of AHP and fuzzy AHP models for prioritization of watersheds. Soft Computing, 23(24), 13615–13625. https://doi.org/10.1007/s00500-019-03900-z

Mustafa, J. M., Sirojuzilam, S., & Sulistiyono, N. (2019). Analisis tingkat kerawanan longsor dengan integrasi analytical hierarchy process dan pemodelan spasial sistem informasi geografis di Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Serambi Engineering, 4(1), 471–481. https://doi.org/10.32672/jse.v4i1.981

Naufal, R. A. (2024). Analisis kerawanan bencana tanah longsor di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali menggunakan metode analytical hierarchy process [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/128638/

Nugraheni, D., Saragih, H. J. R., Kusuma, Setiawibawa, R., & Kurniadi, A. (2025). Aplikasi sistem informasi geografis untuk pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Purworejo. Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi, 4(1), 46–56. https://doi.org/10.37905/geojpg.v3i2.31330

Pangaribuan, J., Sabri, L. M., & Amarrohman, F. J. (2019). Analisis daerah rawan bencana tanah longsor di Kabupaten Magelang menggunakan sistem informasi geografis dengan metode Standar Nasional Indonesia dan analytical hierarchy process. Jurnal Geodesi Undip, 8(1), 288–297. https://doi.org/10.14710/jgundip.2019.22582

Pradhita, J. Y., Rachmawati, T. A., & Usman, F. (2022). Pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Planning for Urban Region and Environment, 11(2), 69–76. https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/235

Prasasti, D. W. (2025). Pemetaan bahaya bencana tanah longsor di Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo menggunakan data spasial [Manuskrip daring]. Academia.edu. https://independent.academia.edu/DesintiyaWanda

Prasindya, P., Hariyanto, T., & Kurniawan, A. (2020). Analisis potensi tanah longsor menggunakan sistem informasi geografis dan analytical hierarchy process (AHP) (studi kasus: Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi). Geoid, 16(1), 19–27. https://doi.org/10.12962/j24423998.v16i1.7973

Putra, A. S., Surorejo, S., Andriani, W., & Gunawan, G. (2024). Penerapan metode dobel exponential dan smoothing analytical hierarchy process untuk prediksi tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Brebes. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 626–635. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10505

Rochmadi, W. A., Firdaus, H. S., & Wahyuddin, Y. (2020). Analisis dan visualisasi pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Karanganyar menggunakan sistem informasi geografis dengan metode Permen PU dan fuzzy AHP. Jurnal Geodesi Undip, 10(1), 40–49. https://doi.org/10.14710/jgundip.2021.29621

Safira, S. N., Astutik, S., Pangastuti, E. I., Nurdin, E. A., & Mujib, M. A. (2024). Analisis tingkat kerawan tanah longsor dengan metode analytical hierarchy process di jalur wilayah Gumitir Kabupaten Jember. Jurnal Swarnabhumi, 9(2), 106–113. https://doi.org/10.31851/swarnabhumi.v9i2.11120

Sari, M. I., Bachri, S., Utaya, S., Suharto, Y., & Masruroh, H. (2025). Analisis spasial kerawanan longsor dengan metode AHP dan SIG kajian mitigasi bencana di Mojo, Kabupaten Kediri. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(3), 11–24. https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i3.4128

Siswanto, Nasaruddin, & Sugiyanto, D. (2015). Pemetaan potensi ancaman gerakan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara. Megasains, 6(1), 1–14.

Utami, S., Ekasari, K., & Saputra, R. M. (2020). Penggunaan AHP guna penentuan prioritas penanganan permukiman tangguh bencana longsor. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 4(2), 498–512. https://doi.org/10.36813/jplb.4.2.498-512

Wardhana, I. K. W., Martha, S., Arief, S., Prihanto, Y., Gultom, R. A. G., & Yunita, R. (2023). Kajian rencana pola ruang dalam mitigasi ancaman bahaya tanah longsor di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 4(1), 19–26. https://doi.org/10.23960/jgrs.2023.v4i1.129

Wijayanti, R. P., Wijaya, A. P., & Rahmawaty, M. A. (2025). Pemetaan ancaman bencana banjir di Kota Pekalongan menggunakan analytical hierarchy process (AHP). Jurnal Geodesi Undip, 13(4), 591–600. https://doi.org/10.14710/jgundip.2024.44985

Zaenurrohman, J. A., & Permanajati, I. (2019). Zona kerentanan gerakan tanah (longsor) di daerah Kedungbanteng menggunakan analytical hierarchy process (AHP). Prosiding Seminar Nasional LPPM Universitas Jenderal Soedirman, 9, 31–40.

Downloads

Published

2026-10-20

How to Cite

Landslide Hazard Mapping Using the Spatial Analytic Hierarchy Process (AHP) in Mantewe District, South Kalimantan, Indonesia. (2026). Jurnal Penelitian Geografi, 14(2), 361-372. https://doi.org/10.23960/jpg.v14.i2.335

Similar Articles

1-10 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.